Langsung ke konten utama

ARTICLES

Mars Berair, Pemukiman Antariksa Prospektif

Hasil riset terbaru NASA menemukan air berlimpah di Mars. Dia juga mudah diakses dengan teknologi. Jalan membuat pemukiman pun terbuka di sana. Migrasi ke Mars kian prospektif. Mars akan menjadi hunian alternatif masa depan?
Lembaga Antariksa Nasional AS (NASA)  dan beberapa perusahaan swasta seperti  SpaceXare dan Mars One --i sibuk merencanakan misi pemukiman di Mars. Namun begitu, mereka  masih gamang dengan  gagasan samar tentang bagaimana mereka dpat  menemukan persediaan air.
Kini, dengan menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), para periset menemukan H20 yang melimpah dan mudah diakses. Sebuah survei menemukan tidak kurang dari delapan lokasi di mana erosi tebing telah terkena endapan tebal es hampir murni yang terletak tiga sampai enam kaki di bawah batu dan debu Mars. Temuan tersebut berarti bahwa misi masa depan, baik yang berawak maupun robot, mungkin memiliki waktu lebih mudah dari yang diperkirakan untuk menggali air minum dan membuat bahan bakar roket.

Stephen Hawking Meninggal, Menyisakan Pertanyaan

"Seorang bintang baru saja keluar  kosmos," ungkap Lawrence Maxwell Krauss, fisikawan teoritis dan ahli kosmologi di Arizona, Amerika Serikat . "Kami telah kehilangan Hawking, manusia jenius yang menakjubkan," tambahnya melaluii twitter.
Stephen Hawking telah meninggal? Ya,  fisikawan teoritis ternama asal Inggris itu meninggal Rabu (14/03). Pihak keluarganya di Oxford, Inggris, mengkonfirmasinya. Berusia 76 tahun, Hawking meninggalkan harta senilai US$20 juta, seraya membawa sejumlah kenangan dan juga pertanyaan.


Berbiak Bakteri, Memanen Emas
 Kabar baik datang dari dunia riset Jerman-Australia. Tim riset  gabungan dari  Martin Luther University Halle-Wittenberg (MLU),  Technical University of Munich (TUM), dan University of Adelaide (UA) di Australia berhasil menemukan bakteri yang dapat memanen emas murni  (24 karat) dari limbah logam berat.

Profil Nobelis Ekonomi 2017
AS kembali menunjukkan dominasinya. Setelah meraup nobel fisika, kimia dan kedokteran, negara adidaya kembali menampilkan supremasinya dalam ekonomi. Richard H. Thaler, ekonom University of Chicago dinobatkan sebagai Nobelis Ekonomi 2017.
Gurubesar ekonomi berusia 72 tahun itu dinilai berjasa mengembangkan ilmu perilaku ekonomi. Dia mampu mengintegrasikan bagaimana konsep dan asumsi psikologi manusia dapat menjelaskan rasionalitas dalam perilaku pasar dan ekonomi secara umum.
“Dalam penelitiannya, Thaler berhasil mengintegrasikan asumsi-asumsi psikologis yang realistis ke dalam analisis pengambilan keputusan dan perilaku ekonomi," kata Goran K Hansson, Ketua Komite Nobel Akademi Sains Kerajaan Swedia (SRAS) seperti dikutip AFP (9/10/2017).



Michael J Hughes kecewa berat. Roket rancangannya gagal meluncur dari Mojave Desert, Amboy, California (3/2/2018) karena ada kesalahan teknis. Padahal, veteran supir Limousine  itu berambisi membuktikan bumi datar, sekaligus mematahkan argumen NASA maupun pendukung teori bumi bulat.
"Aku mengecewakan semua orang. Kali ini, kembali gagal mempecundangi NASA," ungkap veteran pendukung bumi datar (flat-earther) berusia 61 tahun. Ini bukan percobaan pertama Mike Hughes 'Gila'. Akhir tahun lalu dia sudah berencana meluncurkan roket Research Flat Earth di lokasi tersebut. Roket urung meluncur karena tidak mendapat izin dari pihak otoritas. 
Roket yang dibangun Mike Hughes itu tidak seluruhnya berasal dari komponen baru, melainkan dari kumpulan komponen-komponen bekas. Tahun 2014, roket Mike Hughes sempat meluncur ke langit, namun menukik jatuh. Beruntung ia selamat.
Saat percobaan Sabtu (3/2/2018) gagal, Mike Hughes sempat emosional. Beberapa penonton pun meneriakkan kata-kata untuk menghibur. "Kau sudah melakukan yang terbaik," ujar seorang pria. Dua gadis muda mendekati Mike dan memeluknya erat-erat. "Kami mencintaimu. beberapa hal (yang tidak diinginkan) kerap terjadi. Tidak apa-apa," kata mereka.
Kaidah illmu pengetahuan modern mengajarkan, bumi berbentuk bulat seperti bola. Tetapi, belakangan, wacana bumi datar  kembali menghangat di jagat dunia maya. Banyak portal dan situs web mengkampanyekannya, di dalam maupun luar negeri.  Sebuah konferensi mengenai bumi datar digelar di North Carolina, Amerika Serikat, Namanya Flat Earth International Conference (FEIC), berlangsung 9-10 November 2017.
Menurut Live Science, sejumlah pembicara  pengikut paham bumi datar hadir.  Antara lain Darryle Marble yang berupaya membuktikan bumi itu tidak bundar. Ada pula Mark Sargent, kreator webseries di YouTube yang berjudul Flat Earth Clues. Ia  percaya bahwa Bumi sebenarnya berbentuk kubah besar, seperti yang ditampilkan di film Truman Show. Diageni  Kryptoz Media, konferensi ini  berargumen bahwa saintisme merupakan agenda yang dibuat untuk menjauhkan manusia dari Tuhan. Bumi bulat disebut kental dengan  trik NASA serta hegemoni kepentingan elite dunia. Konferensi ini juga membahasa tema NASA dan Kebohongan Luar Angkasa serta Bumi Datar  Dalam Metode Ilmiah.
Ketua LAPAN, Prof  Dr Thomas Djamaluddin, berpendapat bahwa sumber utama "dongeng Bumi Datar" (Flat Earth) adalah ketidakfahaman akan gravitasi. Konsekuensi adanya gravitasi adalah bulatnya bumi (karena gravitasi dirinya saat pembentukan tata surya), adanya planet-planet yang mengorbit matahari, adanya bulan dan satelit yang mengorbit bumi, terjaganya air laut dan seisi bumi tetap berada di permukaan bumi, terjaganya atmosfer sehingga manusia bisa bernafas dan pesawat bisa terbang dengan gaya aerodinamis, dan sekian banyak lagi fenomena ilmiah lainnya, ‘’Peristiwa gerhana bulan dan gerhana matahari membuktikan bumi itu bulat. Ayo belajar fisika agar tidak tertipu dengan dongeng," jelas Ketua LAPAN.
Astronaut NASA Buat Malu Pendukung Teori Bumi Datar di TV
Menurut fisikawan Stanley Weinberg dan  G. Magrane dalam makalah The Flat-Earth/Round Earth Controversy (SPAEA, 1986), pandangan bumi datar dan bumi bulat memang ada pendukungnya. Dari zaman kuno setiap konsep memiliki pendukungnya. Bangsa Sumeria, Babilonia, orang Mesir kuno, Ibrani awal, dan kebanyakan orang Yunani percaya pada bumi yang datar. Beberapa ilmuwan Yunani kuno, begitu juga banyak aktivis gereja seperti  Origen, Venerable Bede, Albertus Magus, dan St. Thomas-Aquinas mendukung bumi bulat.  Tetapi,  mulai akhir abad pertengahan dan awal zaman modern muncul pandangan lain.  Roger Bacon, Copernicus, Galileo, Columbus, dan Magellan misalnya sudah berpendapat bahwa bumi itu bulat.
Gerakan bumi datar modern didirikan di Inggris sekitar tahun 1850 oleh Samuel Birley Rowbotham. William Carpenter dan Charles Johnson melanjutkan gerakan tersebut. Johnson mengarahkan International Direct Earth Research Society di Lancaster, California. Kelompok datar lainnya adalah Gereja Apostolik Katolik Kristen di Sion, Illinois, yang dipimpin oleh John Alexander Dowie dan William Glenn Voliva, selama bertahun-tahun, bumi  datar  menjadi doktrin dasar gereja.
Pada 1956, warga Inggris  Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Research Society. Targetnya menjangkau anak-anak sebelum mereka terlanjur percaya bahwa Bumi itu bulat. Setelah Shenton meninggal (1971),  Charles K. Johnson, warga California, memimpin gerakan. Dan, sejak 2010,Daniel Shenton membangkitkan kembali organisasi Flat Earth Society di internet.
Sepintas, kedua konsep bumi datar dan bumi bulat  sama-sama masuk akal. Menurut  Stanley Weinberg,  kedua konsep tersebut memungkinkan gerhana diprediksi secara akurat. Prediksi mungkin terjadi, bagaimanapun, karena gerhana terjadi pada interval reguler. Pencatatan yang akurat memungkinkan kedua kelompok dapat menentukan interval ini.
Image result for bumi bulat
Bumi Datar
Apa yang terjadi jika Bumi ternyata datar?
Konsep bumi datar menegaskan bahwa bumi itu seperti rekaman fonograf. Kutub Utara ada di tengahnya. Di  bagian pinggirnya ada dinding es setinggi 150 kaki yang belum pernah diseberangi. Dinding es ini adalah selatan, tetapi bukan kutub Selatan. Khatulistiwa adalah lingkaran setengah jalan antara Kutub Utara dan Tembok Es Selatan.
Penganut bumi datar mengajukan sejumlah argument. Antara lain:  sesuai  ayat-ayat  Alkitab; permukaan bumi tampak rata dari ketinggian; permukaan air rata; tidak ada gravitasi; keliling bumi berbeda antara lintang selatan lintang utara; program luar angkasa, termasuk pendaratan di bulan, adalah penipuan; pesawat ulang-alik adalah  lelucon; Proyek Apollo  adalah skenario Hollywood dengan sutradara Arthur C. Clarke, penulis fiksi ilmiah terkenal.
Selain itu, mereka menyebut, pada gerhana bulan tertentu, baik bulan maupun matahari terlihat di atas cakrawala. Dengan demikian, bumi tidak bisa menjadi badan bulat yang diposisikan antara matahari dan bulan. Sementara William Carpenter mengaku punya seratus bukti bahwa bumi bukan globe.
Kaum bumi datar menyambut baik tesis kontroversial Amira Kharroubi, mahasiswa doktoral  University of Sfax, Tunisia. Dalam karya berjudul The flat, Geocentric Model of the Earth, Arguments and Impact of Climate and Paleoclimactic Studies, dia menyimpulkan: bumi datar, tidak bergerak, berusia muda (hanya 13.500 tahun), dan menjadi pusat alam semesta.Lebih jauh, dia secara eksplisit menolak teori fisika Newton dan Einstein, astronomi Copernicus dan Kepler, kosmologi Big Bang, model utama aktivitas atmosfer dan geologi, dan sebagian besar prinsip klimatologi modern.
Bumi datar (6)
Bumi Bulat
Sementara itu, penganut paham bumi bulat tak mau kalah mengajukan agumentasi.  Bila bumi  datar, jelas Weinberg, benda di langit harus terlihat pada saat bersamaan dari semua bagian permukaan. Faktanya  tidak demikian. Misalnya, bintang di sekitar kutub tidak pernah terlihat di garis lintang rendah pada belahan bumi bagian selatan.
Image result for bumi bulat
Fisikawan itu menjelaskan, pada siang hari, matahari dapat diamati dari titik yang berbeda.  Sepanjang garis bujur yang sama, matahari  terlihat pada sudut  berbeda dari titik yang berbeda. Ini tidak akan terjadi jika  bumi datar.  Waktu di mana matahari terbit dan terbenam, kemudian terbit dan terbenamnya bintang, dan gerhana terlihat terjadi berbeda pada garis bujur yang berbeda. “Ini membuktikan itu bumi bulat, bukan rata/datar,” tegasnya.
Magrane menambahkan, kelengkungan permukaan bumi tampak  jjelas pada foto yang terbuat dari luar angkasa. Bumi tidak memiliki bagian atas atau bawah. ‘Atas’ dan "bawah’  ada berdasarkan gravitasi. Di antara bumi dan bulan ada  titik dimana tarikan gravitasi bumi dan bulan sama. Di sini tidak ada gravitasi, sehingga astronot mengalami ketidakberdayaan. Di alam semesta, luar system matahari,  tak ada pusat gravitasi; maka tak ada juga 'atas’ atau ‘bawah’.
Fenomena bumi bulat  dapat dilihat pada khatulistiwa dan gerhana. Khatulistiwa  parallel dengan  garis lintang  lurus di permukaan bumi. Mereka, bukan lekukan seperti  konsep bumi datar, tetapi melengkung  dalam tiga  dimensi , membuktikan bumi bulat.  Bukti lain, saat sebuah kapal bergerak menjauhi  pengamat, ia menghilang di bawah lambung horizon.
Dalam gerhana total bulan, matahari selalu berada di bawah cakrawala. Gerhana disebabkan oleh bayangan bumi bulat yang benar-benar menutupi bulan. Dalam sebagian gerhana matahari mungkin sebagian terlihat. Dalam acara ini bayangan bumi di bulan terlihat memiliki tepi yang melengkung.
Sementara itu,  kutub Selatan, yang dinihilkan kaum bumi datar, telah ditemukan  oleh penjelajah dan ekspedisi Antartika. Pada kawasan ini, matahari lebih rendah di langit daripada di tempat lain. Kutub Selatan adalah titik paling selatan, tidak ada dinding es yang membatasi horizon bumi, tegas Weinberg.
Image result for bumi bulat
Dedi Junaedi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Biografi Singkat Penulis Jurnal El-Mãl I

BIOGRAFI PENULIS JURNAL El-Mãl I 2018

Edisi perdana jurnal El-Mãl memuat enam makalah ilmiah karya dosen Fakulas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Mereka adalah Dedi Junaedi, Jamaludin, Faisal, Yudi Permana, Rio Kartika Supriyatna, dan Lukman Hamdani. Siapakah mereka dan apa kiprahnya dalam riset dan pendidikan? Berikut ini adalah biografi singkat mereka.
Ir.H. Dedi Junaedi, M.Si., dosen tetap Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Lektor ekonomi dan keuangan syariah ini mengampu mata kuliah: matematika ekbis, analisa statistik, fiskal moneter, pengantar manajemen bisnis, komunikasi bisnis, mikroekonomi syariah, etka bisnis syariah, dan Bahasa Indonesia. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 13 Juni 1964, dia alumni S-1 Teknologi Pangan & Gizi Fateta Institut Pertanian Bogor dan S-2 Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia (UI) dengan predikat lulusan terbaik Psacasarjana UI 20…

Utang Meningkatkan PDB, Menurunkan Kemiskinan, Namun Belum Mensejahterakan Rakyat

Jakarta, Gontornews -- ''Utang cenderung meningkatkan nilai PDB dan menurunkan angka kemiskinan. Tetapi belum dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak. Ini berlaku untuk semua rezim pemerintahan,'' ungkap Dedi Junaedi, dosen ekonomi Islam Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Dalam presentasi Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11), Dedi Junaedi tampil sebagai pemakalah berjudul "Hubungan Utang Luar Negi dengan Perekonomian dan Kemiskinan: Komparasi Antarezim Pemerintahan". Dibuka Menkeu Sri Mulyani, SNKN 2018 menampilkan 60 makalah, dimana 19 di antaranya adalah makalah ekternal.

Dalam presentasinya, Dedi Junaedi menjelaskan latar belakang risetnya. Menurutnya, sejak merdeka, Indonesia telah mengalami tujuh kali pergantian kepeimpinan nasional. Mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo. Setiap pemerintahan tentu punya kebijakan dan progr…