Langsung ke konten utama

PPM Laa Roiba Workshop Kewirausahaan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Bogor, Laa Roiba -- Tim 9 PPM IAI-N Laa sukses menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal.
"Ekonomi kreatif sengaja diambil menjadi tema workshop kali ini. Pertimbangannya karena ekonomi kreatif bisa menjadi solusi mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, kesenjangan penghasilan dan masalah bonus demografi di Indonesia,'' jelas Farah Cholida Hanoum, pembimbing PPM Tim 9.
Dari sisi demografi, Indonesia beruntung punya kelimpahan SDM. Sayangnya,  jumlah yang amat besar itu baru melahirkan sedikit pengusaha. ''Kita kalah jauh dibanding Singapura, China dan AS. Dalam jumlah maupun kualitas pengusaha,'' tambah Mia Hermaliana,  dosen pembimbing yang juga praktisi bisnis keuangan.
Puluhan milenial tampak menikmati Acara Workshop Kewirausahaan yang berlangsung di Desa Purasari, Kecamatan Leuwi Liang, Kabupaten Bogor, Selasa (27/8). Tampil sebagai pembicara utama: Rio Kartika Supriyatna SE, MM, dosen IAI-N Laa Roiba yang juga praktisi bisnis.
Dalam paparannya, Rio Kartika menyebut sebenarnya masalah kewirausahaan di Indonesia itu tidak banyak. "Hanya tiga saja. Uang, gagasan dan fokus. Uang yang tidak banyak, gagasan yang belum matang, dan fokus yang belum terbentuk."
Karena masalahnya tiga, jelas Rio, maka solusi juga ada tiga.  Untuk memulai bisnis atau kegiatan usaha keratif modal utamanya hanya tiga: berani, profesional, dan konsisten.
Pertama, berani mengambil risiko. Risiko gagal atau risiko sukses.
Kedua, profesional dalam arti memiliki kompetensi dan disiplin, sesuai kaidah dan prosedur bisnis.
Ketiga, harus fokus dan tidak mudah menyerah. Di sinilah jebakannya. ''Banyak usaha gulung tikar karena tidak fokus dan mudah menyerah!'' tegas Rio.
Bertindak sebagai moderator dan pantia, mahasiswa PPM IAI-N Laa Roiba kelompok 9 di bawah bimbingan Farah Cholida Hanoum ST, MM dan Mia Hermaliana SE, MM.
Dekan Fakultas Syariah IAI-N Laa Roiba, Baktitoni Endaryono memyambut baik kegiatan workshop tersebut. ''Alhamdulilllah, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, kami berharap Fakultas Syariah dapat terus  berkomitmen dengan program lembaga, yakni memiliki desa binaan,'' ungkap Baktitoni.
Selain membantu meningkatkan wawasan dan keterampilan warga dan anak milenial tentang dunia usaha kreatif, kegiatan workshop kewirausahaan tentunya dapat menjadi sarana  meningkatkan kompetensi dosen melalui penelitian dan pengabdian masyarakat.
''Atas nama fakultas, .saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing Bu Mia dan Bu Farah yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Ungkaopan terima kasih juga kepada Pak Rio yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dengan anak-anak muda.
 di Bogor,'' pungkas Dekan Fakultas Syariah IAI-N Laa Roiba.(dj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Pengorganisasian Dalam Pandangan Islam

Oleh Jamaludin Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Sahid Bogor


ABSTRAK
Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional, misalnya: sebuah perusahaan, sebuah sekolah, sebuah perkumpulan, badan-badan pemerintahan. Kedua, merujuk pada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Terdapat dua kata bantu yang terdapat dalam al-Qur’an untuk mempelajari pengorganisasian ini. Kata tersebut adalah Shaff dan ummat. Kata shaff menginspirasi konsep bahwa organisasi harus mempunyai anggota, terdiri dari orang-orang, dalam suatu wadah, terdapat keteraturan, tujuan, pemimpin, delegasi wewenang dan tanggung jawab, serta ada niat ikhlas dan berjuang di jalan Allah. Kesimpul…

Biografi Singkat Reviewers El-Mãl

Empat pakar bersedia menjadi Reviewers (Mitra Bestari) dari jurnal El-Mãl: Mereka Prof. Dr. Musa Hubes, Dr. Ade Sofyan Mulazid, Dr. Lukman M Baga, dan Dr. Nurul Huda. Siapakah sebenarnya mereka? Berikut ini adalah profil singkatnya.
Prof. Dr .Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA lahir di Jakarta, 26 Juni 1955. Seluruh pendidikan dasar dan menengah beliau dilakukan di ibukota, yaitu di SDN Mangga Besar I, SMPN XXVIII Budi Utomo, dan SMAN II. Gelar Sarjana dan Magister Sains diperoleh beliau pada Institut Pertanian Bogor. Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Perancis hingga meraih gelar Diplôme d'Ingéneur(Dipl.Ing), Diplôme d'Etudes d'Approfondie (DEA), Docteur (Dr.) dalam bidang Teknik Sistem Industri.
Tecatat sebagai Guru Besar Manajemen Industri IPB, Musa Hubeis aktif melakukan penelitian tentang pembinaan dan pengembangan industri dalam skala kecil-besar, pertanian dalam arti luas, dan lain-lain (kewirausahaan, kemitraan usaha, pariwisata dan otonomi daerah). Dia …