Langsung ke konten utama

Pengaruh Pergerakan Tingkat Suku Bunga dan Inflasi terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Saham


Oleh
Evi Novita1, Anwar Rahim2, Handono Ishardyatmo2
1Dosen Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
2Dosen Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor
ABSTRACT
This study aims at determining the influence of BI interest rate  and inflation toward NAV balance mutual funds. This research was conducted during the period of data since 2008 to 2012. The sample used was the 30 balance mutual funds that are registered and active traded in Bapepam. From the results of the research literature conclude the basic assumptions that variable BI interest rate, and inflation levels affect the NAV of balance  mutual funds. Hypothetical tested is that there is a significant influence among independent variables to dependent variables, both partial and simultaneous. Research was conducted with regression analysis using application of Eviews 6.0. The test results shows that thypothetical is supported by data. Variable index BI interest rate  can influence a positive significant to NAV balance mutual funds amounted  2,152514; inflastion levels can influence a negative significant to NAV balance mutual funds amounted  0,730341; the independent variables BI rate (X1) and inflastion (X2) both partial and simultaneous can influence to NAV balance mutual funds at trust level 5%.
Keywords : BI rate, Inflation, NAV balance mutual fund
                          

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergerakan tingkat suku bunga BI dan inflasi terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB)  reksadana saham. Penelitian ini dilakukan pada periode data 2008 – 2012. Sampel yang digunakan adalah reksadana saham  yang terdaftar di Bapepam dan aktif diperdagangkan selama periode penelitian. Dari hasil telaah kepustakaan diambil asumsi dasar bahwa variabel tingkat  suku bunga BI dan inflasi mempengaruhi NAB Reksadana Saham. Hipotesis yang diuji adalah bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keempat variabel bebas, baik secara parsial dan simultan, terhadap variabel terikat. Penelitian ini dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan menggunakan bantuan aplikasi Eviews 6.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis terbukti kebenarannya, yaitu variabel tingkat suku bunga BI berpegaruh positif terhadap NAB pada tingkat dan besarnya koefisen 2,152514; tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap NAB reksadana saham dan besarnya koefisen -0,730341; variabel suku bunga (X1) dan inflasi (X2) secara keseluruhan (bersama-sama) mempengaruhi nilai aktiva bersih reksadana saham pada tingkat kepercayaan 5%.
Kata kunci: tingkat suku bunga BI, inflasi,NAB  reksadana saham.

Naskah selengkapnya bisa diperoleh dalam edisi cetak El-Mấl Volume 1 Nomor 2 2018 atau dapat di download di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Biografi Singkat Penulis Jurnal El-Mãl I

BIOGRAFI PENULIS JURNAL El-Mãl I 2018

Edisi perdana jurnal El-Mãl memuat enam makalah ilmiah karya dosen Fakulas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Mereka adalah Dedi Junaedi, Jamaludin, Faisal, Yudi Permana, Rio Kartika Supriyatna, dan Lukman Hamdani. Siapakah mereka dan apa kiprahnya dalam riset dan pendidikan? Berikut ini adalah biografi singkat mereka.
Ir.H. Dedi Junaedi, M.Si., dosen tetap Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Lektor ekonomi dan keuangan syariah ini mengampu mata kuliah: matematika ekbis, analisa statistik, fiskal moneter, pengantar manajemen bisnis, komunikasi bisnis, mikroekonomi syariah, etka bisnis syariah, dan Bahasa Indonesia. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 13 Juni 1964, dia alumni S-1 Teknologi Pangan & Gizi Fateta Institut Pertanian Bogor dan S-2 Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia (UI) dengan predikat lulusan terbaik Psacasarjana UI 20…

Utang Meningkatkan PDB, Menurunkan Kemiskinan, Namun Belum Mensejahterakan Rakyat

Jakarta, Gontornews -- ''Utang cenderung meningkatkan nilai PDB dan menurunkan angka kemiskinan. Tetapi belum dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak. Ini berlaku untuk semua rezim pemerintahan,'' ungkap Dedi Junaedi, dosen ekonomi Islam Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Dalam presentasi Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11), Dedi Junaedi tampil sebagai pemakalah berjudul "Hubungan Utang Luar Negi dengan Perekonomian dan Kemiskinan: Komparasi Antarezim Pemerintahan". Dibuka Menkeu Sri Mulyani, SNKN 2018 menampilkan 60 makalah, dimana 19 di antaranya adalah makalah ekternal.

Dalam presentasinya, Dedi Junaedi menjelaskan latar belakang risetnya. Menurutnya, sejak merdeka, Indonesia telah mengalami tujuh kali pergantian kepeimpinan nasional. Mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo. Setiap pemerintahan tentu punya kebijakan dan progr…