Langsung ke konten utama

Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT 2018 Diumumkan, Dosen INAIS Raih Juara III

Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT 2018 telah diumumkan di Jakarta, Kamis (23/8). Dedi Junaedi, dosen INAIS Bogor yang juga wartawan Majalah Gontor, Gontornews dan Majalah Sains Indonesia berhasil meraih Juara III.
"Alhamdulilllah, tulisan masih laku dan bernilai,'' ungkapnya. Bagi Dedi Junaedi, ini hadiah lomba tulis yang kesekian yang pernah diraihnya. Dalam katagori lomba tulis ilmiah populer yang diselenggarakan Kantor Menristek/Dewan Riset Nasional, sebelumnya dia pernah meraih Juara I (1993), Juara II (1996), Juara III (2016).
Dewan Yuri Anugerah Jurnalistik BPPT mengumumkan: Sujud Dwi Pratisto dan Andhika Dinata  Wartawan Majalah Gatra menyabet juara 1 Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT 2018 melalui  artikel “Sampah Berkurang, Listrik Terang”  yang dimuat di Majalah Gatra, Edisi 18  April 2018.
Juara kedua Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT diraih Puji Purwanto, Wartawan Suara Merdeka, dengan  judul tulisan “Lingkungan Berseri, Berlimpah Sumber Energi”  yang dimuat di www. suaramerdeka.com, 13 Juli 2018.
Dedi Junaedi, wartawan Majalah Gontor dan Majalah Sains Indonesia, menempati urutan ketiga mengusung tulisan “Kiprah BPPT Memperkuat Navigasi Udara Papua” yang dimuat Gontornews (www.gontornews.com) dan Sains Indonesia (www.sains indonesia .co.id) pada 22 Juni 2018. Selain wartawan, dia juga berprofesi  sebagai dosen ekonomi dan keuangan Islam FEBI INAIS Bogor.
Anugerah Jurn.alistik Teknologi BPPT baru pertama kali digagas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Iptek (MAPIPTEK). Hingga Juli 2018,  tercatat  48 wartawan dari seluruh Indonesia mengirimkan naskah capai 159 dalam bentuk artikel dan berita.
Selain diberikan pada para pemenang, Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT juga diberikan pada wartawan yang berdedikasi dalam rentang waktu lama di bidang penulisan teknologi BPPT. Tahun ini, Anugerah Life Time Achievement diberikan pada Yuni Ikawati, wartawati Harian Umum KOMPAS.
BPPT juga memberikan penghargaan pada institusi media yang berperan besar terhadap publikasi ilmu pengetahuan dan teknologi.  Media yang terpilih memperoleh penghargaan tahun ini Kantor Berita Antara
Dua pejabat BPPT yaitu Ashwin Sasongko dan Finarya Legoh serta  Gantyo Koespradono mewakili wartawan senior menjadi juri Anugerah Jurnalistik Teknologi BPPT 2018. Selain itu juga melibatkan wartawan senior dan humas untuk seleksi awal.
Kabag Humas BPPT, Wiwi Syafardiati mengatakan anugerah ini ajang untuk mengajak media untuk lebih meningkatkan pemberitaan teknologi BPPT. “Semoga ajang ini lebih mensosialisasikan litbangyasa BPPT pada masyarakat termasuk industri. Bahkan dapat memanfaatkan produk-produk teknologi BPPT.” [DJ]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Biografi Singkat Penulis Jurnal El-Mãl I

BIOGRAFI PENULIS JURNAL El-Mãl I 2018

Edisi perdana jurnal El-Mãl memuat enam makalah ilmiah karya dosen Fakulas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Mereka adalah Dedi Junaedi, Jamaludin, Faisal, Yudi Permana, Rio Kartika Supriyatna, dan Lukman Hamdani. Siapakah mereka dan apa kiprahnya dalam riset dan pendidikan? Berikut ini adalah biografi singkat mereka.
Ir.H. Dedi Junaedi, M.Si., dosen tetap Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Lektor ekonomi dan keuangan syariah ini mengampu mata kuliah: matematika ekbis, analisa statistik, fiskal moneter, pengantar manajemen bisnis, komunikasi bisnis, mikroekonomi syariah, etka bisnis syariah, dan Bahasa Indonesia. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 13 Juni 1964, dia alumni S-1 Teknologi Pangan & Gizi Fateta Institut Pertanian Bogor dan S-2 Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia (UI) dengan predikat lulusan terbaik Psacasarjana UI 20…

Utang Meningkatkan PDB, Menurunkan Kemiskinan, Namun Belum Mensejahterakan Rakyat

Jakarta, Gontornews -- ''Utang cenderung meningkatkan nilai PDB dan menurunkan angka kemiskinan. Tetapi belum dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak. Ini berlaku untuk semua rezim pemerintahan,'' ungkap Dedi Junaedi, dosen ekonomi Islam Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Dalam presentasi Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11), Dedi Junaedi tampil sebagai pemakalah berjudul "Hubungan Utang Luar Negi dengan Perekonomian dan Kemiskinan: Komparasi Antarezim Pemerintahan". Dibuka Menkeu Sri Mulyani, SNKN 2018 menampilkan 60 makalah, dimana 19 di antaranya adalah makalah ekternal.

Dalam presentasinya, Dedi Junaedi menjelaskan latar belakang risetnya. Menurutnya, sejak merdeka, Indonesia telah mengalami tujuh kali pergantian kepeimpinan nasional. Mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo. Setiap pemerintahan tentu punya kebijakan dan progr…