Langsung ke konten utama

Alhamdulillah, Edisi Perdana El-Mãl Terbit!


Alhamdulillah, dengan izin Allah, edisi perdana El-Mãl: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam telah terbit. Terima kasih, kami sampaikan kepada para penulis, editor, serta para reviewers yang telah memberi banyak masukan dan koreksinya.

Berikut ini inti sarinya:
Utang cenderung meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menurunkan kemiskinan, namun ternyata belum cukup memperbaiki kesejahteraan rakyat (pendapatan perkapita). Dalam tata kelola utang, era Jokowi berbeda nyata dengan era Soekarno, Soeharto dan SBY, tetapi tidak berbeda nyata dengan era Habibie, Abdurahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. (Dedi Junaedi, Analisis Pengaruh Utang terhadap Perekonomian dan Kemiskinan Indonesia 1949-2017).
Struktur organisasi pada masa Rasulullah SAW sampai khalifah dan saat ini hampir semua sama, tetapi berbeda ideologinya. Dahulu menggunakan hukum Allah SWT, berlandaskan Al-Qur’an dan hadis, sedangkan kini menggunakan ideologi Pancasila, menggunakan dua sumber hukum: hukum perdata/pidana peninggalan Belanda dan kompilasi hukum Islam. (Jamaludin, Pengorganisasian Dalam Islam).

Hasil  penelitian menunjukkan kondisi internal perusahaan berpengaruh negatif terhadap strategi pemberian kredit, dimana terlalu banyak campur tangan dari pemilik/pengelola dalam menjalankan strategi yang dijalankan sehingga banyak strategi yang dibuat untuk kepentingan pribadi. Pada usaha kecil dan menengah  kondisi internal  perusahaan sangat mempengaruhi terbentuknya strategi pengendalian kredit dan upaya mengatasi masalah Non Performing Loan (NPL).(Faisal, Analisa Faktor Internal  Penyebab NPL  Kredit   Mikro (Studi Kasus PT BPR Wahana Sentra Artha Majalengka).

Investasi pada perusahaan-perusahaan dengan manajemen dan berprospek baik, secara risiko akan lebih kecil dan secara return akan memberikan profit yang jauh menguntungkan. Investasi yang rasional, berdasar metode tepat dan kerangka berfikir logik, akan jauh lebih baik daripada mendasarkan investasi secara insting atau trend semata. (Yudi Permana, Penyusunan dan Pemilihan Portofolio yang Efektif: Studi Kasus Bursa Efek Indonesia Periode 2010).

Hasil penelitian dengan sampel mahasiswa FEBI INAIS menunjukkan persepsi mahasiswa berpengaruh nyata dan positif terhadap minat menabung di bank syariah. Persepsi mahasiswa berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah 22,9%. Sisanya (77,1%) dipengaruhi  faktor lain yang tidak diteliti. (Rohmatul Umah, Rio Kartika Supriyatna, dan Musa Hubeis, Pengaruh Persepsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INAIS Bogor terhadap Minat Menabung di Bank Syariah).

Menurut Islam, harta pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. Harta manusia hanya titipan sementara sehingga pemilik harta perlu mendistribusikan sebagiannya kepada orang lain melalui instrumen ZISWAF. (Lukman Hamdani, Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam).

Dokumen PDF Jurnal El-Mãl Volume I Nomor 1, Juni 2018, dapat diunduh di sini. Dipersilakan menyimak dan memanfaatkan seperlunya dengan menyebutkan sumbernya. Terima kasih. Semoga bermanfaat, selamat membaca!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Biografi Singkat Penulis Jurnal El-Mãl I

BIOGRAFI PENULIS JURNAL El-Mãl I 2018

Edisi perdana jurnal El-Mãl memuat enam makalah ilmiah karya dosen Fakulas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Mereka adalah Dedi Junaedi, Jamaludin, Faisal, Yudi Permana, Rio Kartika Supriyatna, dan Lukman Hamdani. Siapakah mereka dan apa kiprahnya dalam riset dan pendidikan? Berikut ini adalah biografi singkat mereka.
Ir.H. Dedi Junaedi, M.Si., dosen tetap Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Lektor ekonomi dan keuangan syariah ini mengampu mata kuliah: matematika ekbis, analisa statistik, fiskal moneter, pengantar manajemen bisnis, komunikasi bisnis, mikroekonomi syariah, etka bisnis syariah, dan Bahasa Indonesia. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 13 Juni 1964, dia alumni S-1 Teknologi Pangan & Gizi Fateta Institut Pertanian Bogor dan S-2 Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia (UI) dengan predikat lulusan terbaik Psacasarjana UI 20…

Utang Meningkatkan PDB, Menurunkan Kemiskinan, Namun Belum Mensejahterakan Rakyat

Jakarta, Gontornews -- ''Utang cenderung meningkatkan nilai PDB dan menurunkan angka kemiskinan. Tetapi belum dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak. Ini berlaku untuk semua rezim pemerintahan,'' ungkap Dedi Junaedi, dosen ekonomi Islam Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

Dalam presentasi Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11), Dedi Junaedi tampil sebagai pemakalah berjudul "Hubungan Utang Luar Negi dengan Perekonomian dan Kemiskinan: Komparasi Antarezim Pemerintahan". Dibuka Menkeu Sri Mulyani, SNKN 2018 menampilkan 60 makalah, dimana 19 di antaranya adalah makalah ekternal.

Dalam presentasinya, Dedi Junaedi menjelaskan latar belakang risetnya. Menurutnya, sejak merdeka, Indonesia telah mengalami tujuh kali pergantian kepeimpinan nasional. Mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo. Setiap pemerintahan tentu punya kebijakan dan progr…