Langsung ke konten utama

Pengorganisasian Dalam Pandangan Islam


Oleh  Jamaludin
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Sahid Bogor



ABSTRAK

Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional, misalnya: sebuah perusahaan, sebuah sekolah, sebuah perkumpulan, badan-badan pemerintahan. Kedua, merujuk pada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Terdapat dua kata bantu yang terdapat dalam al-Qur’an untuk mempelajari pengorganisasian ini. Kata tersebut adalah Shaff dan ummat. Kata shaff menginspirasi konsep bahwa organisasi harus mempunyai anggota, terdiri dari orang-orang, dalam suatu wadah, terdapat keteraturan, tujuan, pemimpin, delegasi wewenang dan tanggung jawab, serta ada niat ikhlas dan berjuang di jalan Allah.
Kesimpulan bahwa struktur organisasi pada masa Rasulullah SAW sampai khalifah dan saat ini hampir semua sama, Cuma berbeda ideologinya. Dahulu menggunakan hukum Allah SWT, berlandaskan Al-Qur’an dan hadis, sedangkan pada masa ini kita menggunakan ideologi Pancasila, menggunakan dua sumber hokum: hukum perdata/pidana peninggalan Belanda dan kompilasi hukum Islam. Masa Islam, instrumen keuangan fokus pada sektor zakat dan pajak, sedangkan untuk pemerintahan kita saat ini lebih menggunakan instrument keuangan pajak. Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebih menekankan pengaturan mekanisme kerja. setiap orang yang menerima tugas kepemimpinan bahwa kepemimpinan tertinggi itu adalah milik Allah, untuk itu kepemimpinan yang diberikan dan dijalankan harus selalu mengacu pada konsep-konsep dasar yang dibangun dalam Islam. Hal yang harus disadari bahwa dalam sebuah oraginisasi yang baik harus disertai pula dengan nilai-nilai islami antara lain  keikhlasan, kebersamaan dan pengorbanan.

Kata Kunci : Organisasi, Syariah, Khilafah, Alquran, Hadis

Naskah selengkapnya ada di edisi cetak. Jika berminat silakan kontak redaksi@el-mal.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip-Prinsip Kepemilikan Harta Dalam Islam

Oleh Lukman Hamdani Dosen FEBI Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor
ABSTRAK
Harta adalah salah satu instrument yang terpenting dalam kehidupan ini, karena harta adalah adalah sebagai penunjang keberlangsukan kehidupan manusia,dalam Islam selalu ditekankan akan pentingnya kemandirian dalam memiliki harta melalui kerja atau usaha, karena sesungguhnya allah swt sangat mencintai hambanya yang selalu bersedekah/berinfaq/berzakat dengan harta nya sendiri. Allah swt sangat menyukai para pekerja keras atau orang yang gigih dalam mencari harta untuk kepentingan akhirat, bahkan Allah SWT tekankan dalam Surah at-taubah ayah 10. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Bahkan para sahabat Rasulullah SAW adalah para orang kaya yang memiliki harta untuk kemajuan dan perke…

Biografi Singkat Reviewers El-Mãl

Empat pakar bersedia menjadi Reviewers (Mitra Bestari) dari jurnal El-Mãl: Mereka Prof. Dr. Musa Hubes, Dr. Ade Sofyan Mulazid, Dr. Lukman M Baga, dan Dr. Nurul Huda. Siapakah sebenarnya mereka? Berikut ini adalah profil singkatnya.
Prof. Dr .Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA lahir di Jakarta, 26 Juni 1955. Seluruh pendidikan dasar dan menengah beliau dilakukan di ibukota, yaitu di SDN Mangga Besar I, SMPN XXVIII Budi Utomo, dan SMAN II. Gelar Sarjana dan Magister Sains diperoleh beliau pada Institut Pertanian Bogor. Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Perancis hingga meraih gelar Diplôme d'Ingéneur(Dipl.Ing), Diplôme d'Etudes d'Approfondie (DEA), Docteur (Dr.) dalam bidang Teknik Sistem Industri.
Tecatat sebagai Guru Besar Manajemen Industri IPB, Musa Hubeis aktif melakukan penelitian tentang pembinaan dan pengembangan industri dalam skala kecil-besar, pertanian dalam arti luas, dan lain-lain (kewirausahaan, kemitraan usaha, pariwisata dan otonomi daerah). Dia …